Kamis, 24 Februari 2011

Materi Budi Daya Sayur Organik ( Pakcoy, Saladah bokor dan Caesin )

BUDI DAYA TANAMAN SAYURAN SECARA ORGANIK

Apakah Pertanian Organik Itu?
Pertanian organuk adalah system pertanian yang bersifat ramah lingkungan, artinya dalam melakukan budidaya, sarana produksinya menggunakan bahan-bahan alami seperti pupuk kandang, kompos dan pestisida nabati. Dalam system pertanian organik tidak boleh menggunakan bahan-bahan kimia, baik pupuknya maupun pestisidanya.
Apa Kelebihan Pertanian Organik?
Kelebihan pertanian organik antara lain sebagai berikut :
1.        Semakin lama tanah akan semakin subur, karena tanah akan banyak mengandung bahan organik
2.        Tidak menimbulkan kekebalan terhadap hama dan penyakit, karena dalam pertanian organik tidak menimbulkan residu kimia
3.        Hasil sayur yang dikonsumsi bebas dari bahan kimia yang berbahaya, sehingga aman, sehat dan menyehatkan
Bagaimana Cara Budidaya Sayuran Secara Organik?
Sebelum melakukan bididaya sayuran,kita harus menyiapkan sarana produksi (saprodi) terlebih dahulu, seperti pupuk, pestisida maupun bibit yang akan ditanam. Dalam pertanian organik pupuk yang digunakan terbuat dari bahan alami seperti kotoran kandang, kompos dan bahan-bahan lain yang dapat didekomposisi.
A.      Pupuk
Pupuk adalah makanan bagi tanaman. Agar tanaman tumbuh subur, maka harus di beri pupuk sesuai jenis dan dosisnya. Pupuk yang baik harus mengandung unsur hara yang lengkap yang dibutuhkan oleh tanaman. Unsur hara terbagi menjadi 2 yaitu unsur hara makro dan unsur hara mikro :
Unsur hara makro adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah banyak, yaitu terdiri dari Nitrogen (N), Phospor (P), Kalium (K), Carbon (C), Hidrogen (H), Kalsium (Ca) dan Sulfur (S). Sedangkan unsur hara mikro adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah sedikit, yaitu seperti besi (Fe), Boron (Br), Mangan (Mn), Zeng (Zn), dan Molibdenum (Mo). Jika unsur hara mikro berlebihan, maka dapat menyebabkan racun bagi tanaman.
Pupuk organik dapat dibuat dari bahan-bahan alami yang ada di sekitar kita, seperti kotoran hewan (sapi, kambing, domba, dan kotoran kerbau), serbuk gergajian kayu, sekam padi, phospat alam dan daun-daunan. Namun, untuk mendapatkan kualitas pupuk yang baik, maka bahan-bahan tersebut harus diolah/diproses terlebih dahulu, proses pembuatan pupuk terdiri dari 2 macam yaitu secara an-aerob dan secara aerob. Pembuatan pupuk secara aerob berarti dalam prosesnya membutuhkan udara seperti kompos, sedangkan secara anaerob berarti tanpa membutuhkan udara seperti bokhasi.
Di wado organik farm, proses yang digunakan dalam pembuatan pupuk menganut teknologi pembuatan bokhasi, yaitu dengan cara memfermentasikan bahan-bahan alami yang mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Cara membuat bokhasi menurut Wado Organik farm sebaga berikut :
1.      Persiapan tempat : dalam pembuatan pupuk bokhasi, tempat harus terlindung dari panas dan air hujan, jadi harus terdapat atap dan naungan diatasnya
2.      Persiapan bahan : bahan-bahan yang dipergunakan adalah kotoran sapi 70 %,sekam padi 5%, serbuk gergajian kayu 20%, Phospat alam 2% dan air 3%. Untuk memfermentasikan bahan-bahan tersebut kita menggunakan EM (efektif mikroorganisme yang bernama BIO-AGENT). EM ini dicampur menggunakan air dengan dosis 2-5 ml/liter air.
3.      Cara pembuatan :
a.       Pertama kotoran hewan diampar terlebih dahulu dengan ukuran lebar 1 meter dan panjang menyesuaikan tempat, setelah itu disiram menggunakan BIO-AGEN secara merata.
b.      Kemudian, amparkan sekam padi di atas kotoran hewan sebanyak 5% dari kebutuhan, lalu siram kembali dengan BIO-AGENT
c.       Selanjutnya, amparkan serbuk gergajian  kayu di atas sekam padi, lalu siram kembali dengan BIO-AGENT
d.      Setelah itu, amparkan phospat alam di atas serbuk gergajian  kayu, lalu siram kembali dengan BIO-AGENT
e.       Setelah semua selesai, maka tumpukan bahan tersebut ditutup rapat menggunakan plastik agar panas yang terbentuk tidak keluar.
f.       Lakukan pemeraman selama 7-14 hari. Untuk mengatur suhu agar merata, lakukan pengadukan bahan setiap 3 hari sekali sampai pupuk siap panen.
g.      Pupuk dapat di panen atau dikatakan matang apabila sudah tidak berbau, berwarna coklat gelap dan tidak panas.
Setelah pupuk padat seperti bokhasi, di wado organik farm juga membuat pupuk cair sebagai pupuk susulan atau tambahan. Pupuk cair dapat dibuat dengan cara mencampur bahan-bahan seperti kotoran hewan, air kencing kelinci/domba dan air redaman sabut kelapa. Setelah itu di beri BIO-AGENT dengan dosis 2-5 ml/liter campuran. Pupuk cair dapat digunakan setelah dperam terlebih dahulu selama 4-7 hari.
B.       Bibit
Setelah pupuk, sebelum melakukan budidaya kita juga harus menyiapkan bibit terlebih dahulu. Bibit sayuran terdiri dari 2 macam, ada yang dapat langsung ditanam menggunakan biji seperti timun, oyong, kacang panjang, jagung dan buncis, amun ada juga yang harus disemai terlebih dahulu. Dalam melakukan penyemaian, kita harus menyiapkan bahan dan alat yang digunakan. Untuk alat dan bahan yang digunakan dalam kegiatan penyemaian adalah :
1.      Biji yang akan disemai
2.      Menyediakan semai yaitu campuran tanah dan pupuk dengan perbandingan 1:1 artinya 1 takaran pupuk dan 1 takaran tanah
3.      Label
4.      Tray/koker
5.      Air untuk penyiraman
Tahapan dalam melakukan penyemaian bibit adalah sebagai berikut :
  1. Isi ray/koker dengan menggunakan jari atau batang lidi bambu.
  2. Isi lubang tersebut dengan biji yang akan disemai. Seperti biji pakchoy, caesim dan salada keriting/bokor.
  3. Seelah diisi biji, maka tray diberi label, yang isinya keterangan tentang jenis biji dan tanggal semai
  4. Pindahkan tray yang telah diisi biji kedalam green house penyemaian agar lebih mudah dalam perawatanya
  5. Lakukan penyiraman secara rutin dan pengendalian hama maupun penyakit
  6. Setelah bibit berumur 3-4 minggu maka bibit siap ditanam, biasanya ditandai dengan banyaknya daun yang sudah berjumlah 3-5 daun


C.      Tanam dan Perawatan
Sebelum melakukan penanaman, maka kita harus mengolah lahan terlebih dahulu, dengan cara mencangkul lahan sedalam 20-30 cm dan membalik tanahnya agar terkena sinar matahari. Hal ini dimaksudkan agar bibit-bibit penyakit dapat mati terkena sinar matahari. Setelah itu lahan diratakan dan dibuat lubang tanam sesuai jarak tanam dari jenis satyran yang akan ditanam. Untuk caesim, pakchoy dan selada bokor (selada keriting) jarak tanamnya adalah 20 cm X20 cm. Setelah lubang tanam dibuat, kemudian diberipupuk organik sebagai pupuk dasar sebanyak masing-masing 1 gayung (kurang lebih 8 ons). Lalu dicampur secara merata dengan tanah disekitar lubang tanam.
Jika lahan terlalu kering, maka perlu dilakukan penyiraman terlebih dahulu agar tanah tidak keras. Setelah itu baru bibit boleh ditanam. Dalam penanaman bibit setiap lubang sebanyak 1 bibit. Setelah bibit tertanam semua, maka perlu di lakukan penyiraman kembali agar tidak mudah layu. Dari penanaman, langkah selanjutnya adalah perawatan tanaman. Perawatan tanaman meliputi penyulaman, penyiraman, penggemburan, pemberian pupuk susulan (cor) dan pengendalian hama dan penyakit.
Penyulaman dilakukan apabila terdapat bibit yang mati atau hilang. Penyulaman sebaiknya dilakukan selambat-lambatnya 1 minggu setelah tanam. Penyiraman dilakukan rutin setiap hari agar tanaman tumbuh dengan baik. Waktu penyiraman sebaiknya pagi atau sore hari. Untuk penyemprotan dilakukan setiap 1 minggu sekali. Hal ini bertujuan untuk mencegah hama dan penyakit datang menyerang tanaman. Unutk pemberian pupuk susulan (cor) juga dilakukan rutin seminggu sekali dari mulai 1 minggu setelah tanam sampai 1 minggu sebelum panen. Penggemburan dilakukan sekaligus pada saat penyiangan dan pengendalian hama dan penyakit, sebaiknya dilakukan rutin 1 minggu 2 kali. Untuk tanaman caesim dan pakchoy sudah dapat dipanen jika umurnya sudah 5-6 minggu.
D.      Panen dan Pasca Panen
Dalam melakukan pemanenan, ada dua cara, ada yang dipetik dan ada juga yang dicabut dengan akar-akarnya. Untuk tanaman caesim, pakchoy dan selada keriting (selada bokor), panen dilakukan dengan cara dicabut dengan akar-akarnya. Setelah dicabut, maka kita perlu membersihkan tanahnya terlebih dahulu sebelum diangkut ke tempat pasca panen. Dalam pengangkutan hasil panen harus dilakukan secara hati-hati dan tidak boleh ditumpuk,karena akan menyebabkan tanaman akan menjadi rusak dan kotor.
Setelah tanaman selesai dipanen, maka kita harus segera membawa ke tempat pasca panen, yaitu tempat dilakukannya penanganan tanaman agar lebih bagus dan lebih menarik. Tahapan kegiatan yang dilakukan di tempat pasca panen adalah sebagai berikut :
1.      Timbang kotor yaitu hasil panen yang ada ditimbang terlebih dahulu untuk mengetahui berapa banyak hasil panen yang sudah didapat.
2.      Pencucian, setelah ditimbang, sayuran hasil panen dicuci menggunakan air bersih hingga semua kotoran hilang baik dari daun maupun diakar. Setelah itu celupkan kedalam air ozon.
3.      Ozonisasi yaitu mencelupkan sayuran ke dalam air yang sudah di ozon, hal ini dilakukan agar tanaman idak mudah busuk dan bisa tahan lama.
4.      Setelah di ozon, tahapan selanjutnya adalah sortasi yaitu menyortir daun yang jelek untuk di buang dan hanya yang bagus saja yang dipertahankan, selain itu akar yang terlalu panjang juga perlu digunting agar terliha rapi dan menarik.
5.      Setelah disortir, sayuran kemudian ditiriskan, biasanya sambil ditiriskan kita juga dapat memilah sesuai ukuran, yaitu mengkelompokan yang besar dengan yang besar dan yang kecil dengan yang kecil.
6.      Setelah sayuran cukup kering, maka tahapan selanjutnya adalah penimbangan sesuai permintaan pasar. Biasanya 1 bungkus beratnya ¼ kg. Setelah ditimbang kemudian sayuran di kemas menggunakan plastik yang sudah diberi lubang. Setelah itu dirapikan dengan menggunakan sealler. Lalu sayuran siap dipasarkan ke supermarket.
Penutup
Materi cara budidaya sayuran secara organik ini kami susun hanya sebatas pada pokok-pokoknya saja, sehingga apabila terdapat informasi yang belum jelas padat ditanyakan langsung dalam acara pembekalan materi. Demikian terima kasih. Selamat mencoba !


Nara sumber Agus Effendi

3 komentar: